Berita

Perkuat Literasi Digital, Kesbangpol Jabar Dorong Masyarakat Cirebon Tangkal Hoaks: Ngebedakeun Kaler jeung Kidul

5 Februari 2026
BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK
311
Bagikan ke
Perkuat Literasi Digital, Kesbangpol Jabar Dorong Masyarakat Cirebon Tangkal Hoaks: Ngebedakeun Kaler jeung Kidul

Perkuat Literasi Digital, Kesbangpol Jabar Dorong Masyarakat Cirebon Tangkal Hoaks: Ngebedakeun Kaler jeung Kidul


KOTA CIREBON - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Literasi Digital dan Anti Hoaks bertajuk “Ngebedakeun Kaler jeung Kidul”, Kamis (5/2/2026), bertempat di Aula Gedung Islamic Centre, Jalan Tuparev, Kota Cirebon.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital masyarakat serta memperkuat kemampuan dalam menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks dan disinformasi di ruang digital.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan Kesbangpol Kota Cirebon dan Kesbangpol Kabupaten Cirebon sebagai bagian dari dukungan dan sinergi pelaksanaan kegiatan di wilayah Cirebon. 

Rangkaian acara diawali dengan pentas seni Tari Topeng Cirebon oleh Sanggar Sekar Pandan Keraton, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan, serta penyampaian materi dari para narasumber.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Muhidin, S.Sos, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon; Rumondang Rumapea, S.A.P, Sekretaris Kesbangpol Provinsi Jawa Barat; Ita Rafita Sari, Kepala Kesbangpol Kabupaten Cirebon; perwakilan Kesbangpol Kota Cirebon; serta perwakilan Forum Penanganan dan Penanggulangan Terorisme.

Dalam sambutannya, Muhidin, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan literasi digital perlu terus dilaksanakan guna menjaga kondusivitas daerah.
“Kegiatan ini penting agar Kabupaten Cirebon lebih terjaga dari disinformasi, sehingga tercipta rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rumondang Rumapea, S.A.P menuturkan bahwa hampir 80 persen pengguna internet di Jawa Barat didominasi oleh generasi Z. Ia mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi tantangan digital.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai literasi digital serta mampu berkontribusi dalam menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat.

Bagikan ke